PENDAPATAN USAHATANI TUMPANGSARI JAGUNG-KANGKUNG DI DESA SENDIR KECAMATAN LENTENG KABUPATEN SUMENEP

Anas, M (2018) PENDAPATAN USAHATANI TUMPANGSARI JAGUNG-KANGKUNG DI DESA SENDIR KECAMATAN LENTENG KABUPATEN SUMENEP. Skripsi thesis, Universitas Wiraraja.

[img]
Preview
Text (Jurnal skripsi)
anas.pdf

Download (630kB) | Preview

Abstract

Sistem pembudidayaan tanaman di Desa Sendir Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep berkembangan pola tanam dengan sistem tumpang sari jagung dan kangkung. Pola tanam tumpangsari dengan model yang demikian menarik perhatian bagi petani karena nampaknya petani memiliki alasan tersendiri, apabila salah satu tanaman memiliki pertumbuhan yang kurang maksimal atau mengalami fluktuasi harga jual masih didapat jenis tanaman lain yang masih bisa diharapakan serta dapat mengahasilkan dan memberikan pendapatan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menganalisis penggunaan biaya dan besarnya pendapatan usahatani tumpangsari jagung-kangkung di Desa Sendir Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. 2 mengkaji serta membandingkan pendapatan usahatani tumpangsari jagung-kangkung dan usahatani jagung monokultur. Penelitian ini dilakukan di Desa Sendir Kecamatan Lenteng. Penentuan desa sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling, dengan pertimbangan di desa tersebut berkembang sistem pola tanam tumpangsari jagung-kangkung. Pengambilan petani sampel dilakukan secara sengaja yaitu petani tumpangsari jagung-kangkung sebanyak 5 orang dan petani jagung monokultur sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pencatatan. Untuk membandingkan pendapatan dan efisiensi tumpangsari jagung-kangkung dan jagung monokultur digunakan alat analisis statistik Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usahatani tumpangsari jagung-kangkung nyata lebih kecil dibandingkan dengan biaya usahatani jagung monokultur yaitu 77,27% dari total biaya yang dikeluakan petani dalam uahatani jagung monokultur sebesar Rp. 6.304.999/Ha dan usahatani tumpangsari jagung-kangkung nyata lebih menguntungkan daripada usahatani jagung monokultur dengan nilai R/C rasio 2,11 sementara nilai R/C rasio pada usahatani jagung monokultur hanya mencapai 1,47. Kata Kunci : Usahatani Tumpangsari, Biaya Usahatani, Pendapatan Usahatani

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 – Technology > 630 Agriculture
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Ahmad Luthfi
Date Deposited: 12 Sep 2019 05:42
Last Modified: 12 Sep 2019 05:42
URI: http://repository.wiraraja.ac.id/id/eprint/92

Actions (login required)

View Item View Item